Jumat, 31 Desember 2010

Serat Nylon

Serat nylon adalah serat yang dihasilkan dengan unsur pembentuk serat adalah suatu rantai panjang polyamida sintetik , dimana kurang dari 85% ikatan amida mengikat secara langsung (- CO-NH-) dua gugus alifatik. Istilah nylon mengacu pada suatu polymers yaitu polyamida linier. Ada dua metode umum bagaimana membuat nilon untuk aplikasi serat. Pada metode pertama , molekul dengan suatu gugus asam ( COOH) bereaksi dengan molekul yang mengandung gugus amina (NH2). Menghasilkan nilon yang dinamai berdasarkan banyaknya atom karbon yang memisahkan dua gugus asam dan dua gugus amina. Nylon 6,6 yang secara luas digunakan untuk serat dibuat dari asam adipat dan hexametilen diamin. Kedua senyawa tersebut membentuk suatu garam, yang dikenal sebagai nylon, dengan perbandingan asam dan basa 1:1. garam ini kemudian dikeringkan dan dipanaskan untuk menghilangkan air dan membentuk polimer. Metode kedua, suatu senyawa yang mengandung suatu amina pada satu sisi dan suatu asam di sisi lainnya dipolimerisasi untuk membentuk rantai dengan unit pengulangan NH-[CH2]n-CO-)x. Jika n=5, nylon dikenal sebagai nilon 6, begitupun dengan jenis polimer lain. Produksi komersial dari nylon 6 menggunakan caprolactam untuk polymerisasi.

Sifat Nylon
• Sangat kuat
• Elastis
• Tidak mudah terkikis
• Mengkilap
• Mudah dibersihkan
• Tidak mudah rusak karena minyak dan bahan-kimia kimia
• Dapat diwarnai dengan cakupan warna yang luas
• Lentur
• Daya serap terhadap air rendah
• Benangnya, lembut, halus dan tahan lama

Beberapa Penggunaan Utama Serat Nylon
Pakaian: kemeja, gaun, Kaus kaki, Pakaian dalam wanita, Jas hujan, Pakaian Ski, Jaket, Pakaian renang, dll
Perlengkapan Rumah: Alas tidur, karpet, atap dan perkakas rumah lainnya.
Peralatan industri dan penggunaan lainnya: Tali Ban, Pipa karet, Alat pengangkutan Dan Ikat pinggang di pesawat, Parasut, Dawai-Dawai Raket, Tali temali dan jaring, kantong tidur, kain terpal, tenda, benang, bulu sikat gigi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar